Rabu, 17 Oktober 2012

CONTOH PI (penulisan ilmiah)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Permasalahan lalu lintas terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakatnya sebagai akibat:
1. pertambahann penduduk yang terus menerus.
2. kenaikan taraf hidup masysrakat.
3. penambahann kebutuhan angkutan sebagai akibat penambahan mobilitas manusia maupun barang.
4. keterbatasan prasarana serta peralatan lalu lintas yang ada dibandingkan dengan kemajuan dan perkembangan mastyarakat.
Akibat ketidakseimbangan hal-hal di atas, maka timbul masalah-masalah baru dalam bidang lalu lintas. Masalah tersebut akan semakin rumit dengan kurangnya disiplin serta sopan santun lalu lintas pemakai jalan. Jumlah kecelakaan lalu lintas dari tahun ke tahun juga semakin memprihatinkan, hal ini sebagai akibat dari perilaku berkendara yang kurang patuh pada peraturan. Jumlah kendaraan dan pengendara bertambah dengan sangat cepat termasuk pelajar. Oleh karena itu pendidikan berlalu lintas sejak usia dini sangatlah penting, terutama untuk membentuk watak anak-anak agar senantiasa berperilaku tertib lalu lintas.
Anak-anak cenderung memiliki daya rekam yang kuat,sehingga apa yang mereka lihat dan mereka dengar akan tersimpan dipikiran mereka hingga dewasa. Maka tidak heran jika segala hal kebaikan diajarkan sejak usia dini. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pada penulisan ilmiah ini penulis ingin membuat e-learning lalu lintas untuk anak-anak, yang di dalamnya terdapat tata tertib dan pemahaman tentang rambu-rambu lalu lintas yang ada di Indonesia.
1.1 Batasan Masalah
dalam penulisan ilmiah ini penulis membatasi pembahasan masalah hanya pada tata tertib dan rambu-rambu lalu lintas, yang dapat dengan mudah dipahami oleh anak-anak.
untuk pembuatan e-learning ini, penulis menggunakan aplikasi Moodle v2.2 beserta software lain untuk mendukung pembuatan e-learning.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah membantu memberikan pemahaman mengenai tata tertib dan rambu-rambu lalu lintas beserta artinya, dengan cara menarik, mudah dipahami dan interaktif, dengan menerapkan teknologi Multimedia. Selain itu dapat memberikan pengenalan dasar bagi pembaca yang berminat, serta pemahaman tentang cara-cara pembuatan e-learning menggunakan Moodle.
1.3 Metode Penulisan
Metode yang dipakai penulis dalam mengerjakan penulisan ini adalah menggunakan metode Studi Pustaka yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku dan media lainnya yang dapat membantu pengerjaan e-learning.
1.4 Sistematika Penulisan
Penulisan ilmiah ini dibagi dalam 4 BAB dengan masing - masing BAB terdiri atas beberapa SUB BAB dengan menggunakan sistematika sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULAN
Bab ini menguraikan segala sesuatu yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini, atau meupakan gambaran umum tentang permasalahan yang akan dibahas, seperti : latar belakan masalah , dan pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan teori – teori yang mendukung atau berhubungan dengan penulisan ilmiah ini. Seperti pengenalan tentang internet, e-learning, dan aplikasi Moodle
BAB III : PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan pembuatan e-learning lalu lintas menggunakan aplikasi Moodle.
BAB IV : PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil pembuatan e-learning lalu lintas disertai saran – saran dari penulis.

[DOWNLOAD]

CONTOH PI.zip



Sumber : greyjacket.blogspot.com/2011/05/contoh-pi.html

Kamis, 11 Oktober 2012

DEFINISI INFORMASI


1. Uraikan secara singkat mengenai definisi informasi yang kamu ketahui. Kebutuhan informasi apa saja yang sangat mendasar bagi suatu perusahaan dalam mengembangkan manajemennya.
  •  Informasi adalah suatu data yang di dapat dari beberapa sumber yang di kembangkan dan di kelola dengan baik oleh seseorang sehingga menjadi sesuatu yang memiliki arti bagi orang tersebut atau orang lain.
  •  Kebutuhan informasi yang sangat mendasar bagi suatu perusahaan untuk mengembangkan manajemennya adalah sebagai berikut :

       - Pengaruh ekonomi Internasional
       - Persaingan dunia
       - Kompleksitas Teknologi
       - Batas waktu yang singkat
       - Kendala-kendala sosial
sebagai contoh PT LG Electronics, Inc (LG) adalah pemimpin global dan inovator dalam teknologi elektronik konsumen, komunikasi mobile dan home appliances, mempekerjakan lebih dari 84.000 orang yang bekerja di 112 operasi termasuk 81 anak perusahaan di seluruh dunia. Pada tahun 2008, penjualan secara global mencapai $ 44.7 milyar, LG terdiri dari lima unit bisnis – Home Entertainment, Mobile Communications, Home Appliance, penyejuk udara dan Business Solutions. LG adalah salah satu terkemuka di dunia produsen panel datar TV, produk audio dan video, mobile handset, AC dan mesin cuci.

LG Electronics didirikan pada tahun 1958 dan sejak itu memimpin jalan ke era digital yang maju berkat keahlian teknologi manufaktur yang diperoleh oleh banyak home appliances seperti radio dan TV. LG Electronics telah meluncurkan banyak produk baru, diterapkan teknologi baru dalam bentuk perangkat mobile dan TV digital di abad 21 dan terus memperkuat statusnya sebagai perusahaan global.

PT LG Electronics menggunakan sistem informasi manajemen untuk mengendalikan inventori perusahaan.


2.  Sebut dan jabarkan 5 bentuk sumber yang dikelola oleh seorang manajemen ?
  • Manusia : Manajer memberi pengarahan kepada karyawan untuk pekerjaan karyawan
  • Material : Manajer mengelola material yang di butuhkan oleh perusahaan
  • Mesin termasuk fasilitas dan energi : Manajer memberikan mesin fasilitas untuk pekerja agar memperlancar kinerja perusahaan dan memberikan hasil yang maksimal.
  • Keuangan : Manajer mengatur jalannya keuangan pada perusahaan seperti pemasukan dan pengeluaran
  • Informasi : Manajer mencari informasi yang di butuhkan untuk sebuah perusahaan.

3.  Elemen Lingkungan adalah organisasi/individu yang berada di luar perusahaan dan mempunyai pengaruh langsung/tak langsung pada perusahaan. Sebut dan jelaskan elemen-elemen lingkungan manakah yang dapat secara mudah dihubungkan pada perusahaan dengan menggunakan transmisi elektronik.

1 Variabel Sosial
- Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area.
- Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
- Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.

2. Variabel Ekonomi
Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.

3. Variabel Politik
Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

4. Variabel Teknologi
Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien. 


Sumber :
1) http://wisnudewobroto.com/sistem-informasi-manajemen-pt-lg-electronic-indonesia-dalam-mengendalikan-inventori/
2) http://msherawati.staff.gunadarma.ac.id/
3) http://aiieblablabla.blogspot.com/2010_10_01_archive.html

Rabu, 10 Oktober 2012

Nikon D3100, Kamera Pemula Kualitas Profesional


Nikon D3100, Kamera Pemula Kualitas Profesional


foto

TEMPO.CO Jakarta- Nikon, salah satu produsen kamera dari Jepang, mempersembahkan kamera film Nikon D3100, yang mengalami peningkatan cukup signifikan dari pendahulunya, Nikon D3000.

Inilah kamera yang memberi pengalaman berbeda kepada penggunannya di bidang fotografi. Kualitas gambar yang dihasilkan mendekati kamera khusus bagi para fotografer profesional.

Yang menarik dari kamera ini adalah kemampuannya merekam gambar video dalam full HD atau high definition. D3100 merupakan kamera pertama DSLR Nikon dengan kemampuan ini.

Salah satu perbaikan yang dilakukan Nikon teradahap D3100 dibandingkan pendahulunya D3000 adalah resolusi image sensor yang lebih tinggi.

Sementara pada D3000 resolusinya hanya 10 megapiksel DX-format, maka pada Nikon D3100 resolusi image sensor bertambah menjadi 14,2 megapiksel CMOS.

Teknologi CMOS membuat image sensor D3100 hampir setara dengan 18 megapiksel jika dibandingkan dengan jajaran kamera DSLR dari keluarga Canon Rebel.

Fitur tambahan baru yang dibenamkan pada D3100 adalah kemampuan untuk mengedit foto dengan mudah dan efisien. Fitur tersebut mudah digunakan bagi fotografer pemula sekali pun.

Dalam rubrik uji coba kali ini Tempo berkesempatan untuk mencicipi kebolehan kamera film Nikon D3100. Berikut ini beberapa fitur yang menyertai kamera ini.

Desain dan Fitur

Nikon D3100 cukup ringan dan mudah di bawa ke mana pun. Beratnya hanya sekitar 455 gram tanpa lensa. Ditambah lensa pun, semisal 35mm f/1.8 DX, bobotnya masih cukup ringan.

Resolusi image sensor D3100 mencapai 14,2 megapiksel CMOS. Ini adalah keunggulan utama dibandingkan dengan pendahulunya D3000, yang hanya diperkuat 10 megapiksel.

Nikon memperkaya pengalaman fotografi di D3100 dengan menghadirkan image processing system yang dinamakan Expeed2. Ini mesin pengolahan gambar inovasi terbaru dari Nikon.

Berkat Expeed2, gambar yang dihasilkan sangat kaya warna dan pengaturan warna yang lebih dinamis. Pengaturan kontras, kecepatan, dan ketajaman pencahayaan menjadi lebih mudah.

Fitur lain yang telah dibenamkan adalah Active-D Lighting. Fitur ini memudahkan pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya atau dalam area terdapat banyak bayangan.

Active-D Lighting mampu menghilangkan efek bayangan tersebut. Hasilnya, gambar yang didapat tetap jernih, tajam, dan natural.

Nikon D3100 masih menggunakan sasis dan desain D3000, dengan beberapa tambahan fungsi tombol. Salah satu yang menonjol adalah pengatur shooting mode, yakni mengubah dari single, continuous, timer, dan quiet mode shooting dalam sekali putar.

Lantaran ditujukan bagi fotografer pemula, D3100 dilengkapi dengan Guide mode atau petunjuk cara pemakaian. Fitur ini ada di Nikon D3000. Bedanya, di D3100 lebih mudah dimengerti.

Berkat Guide mode ini pengguna pemula dapat dengan mudah mengerti cara mengubah aperture atau shutter speeds, tentu dengan bahasa yang jauh dari terminologi fotografi.

Pada bagian belakang kamera terdapat layar LCD seluas 3 inci dengan resolusi 230 ribu dots. Selain itu ada control pad, control wheel, dan tombol Live View serta tombol review.

Tombol Live View tidak terdapat pada D3000. Nikon dengan cerdik menambahkan tombol ini agar para pemula yang masih terbiasa dengan melihat layar saat membidik bisa dengan mudah menggantinya.

Merekam video, dengan resolusi 1920x1080 pixels pada 24fps, dapat dilakukan dengan menekan tombol rekam instant-on pada tombol pengatur Live View.

Pada sisi kiri D3100 terdapat beberapa opsi untuk konektivitas, termasuk mini-HDMI dan USB out, AV out, serta port untuk terhubung dengan GPS. Tak ada port eksternal mikrofon tambahan, yang tentu sedikit mengecewakan.

Nikon D3100 jelas lebih baik ketimbang kakanya Nikon D3000. Kamera ini lebih cepat, banyak fitur baru yang dibenamkan, lebih ringan dan mudah di bawa ke mana pun, serta harganya cukup sebanding dengan fitur yang ditawarkan.

Kualitas gambar yang dihasilkan mendekati karya para fotografer profesional. Sedangkan proses editing pada kamera sangat mudah bak mainan anak-anak.

FIRMAN



PLUS
Terdapat 11 titik autofocus yang membuat gambar lebih tajam
Resolusi yang dihasilkan mencapai 1080 piksel
Mudah dioperasikan dan nyaman dipegang
Kaya fitur dengan harga relatif terjangkau

MINUS
Tak ada DOF preview
Tidak kompatibel dengan lensa lama yang belum AFS
Saat merekam video terdengar suara lensa berputar mencari fokus yang cukup mengganggu

SPESIFIKASI
Tipe Kamera : DSLR
Sensor Optikal : CMOS
Resolusi : 14,2 megapiksel
Layar LCD : 3 inci
ISO : 100, 200, 400, 800, 1600, 3200
Format Gambar : NEF, RAW, RAW + JPEG
Resolusi Gambar : 4608 x 3072 pixels
Penyimpanan : Secure Digital Card, Secure Digital High Capacity
Format Video : MPEG-4, QuickTime (MOV)
Resolusi Video : 1920 x 1080 pixels
Kecepatan Video : 24 fps
Baterai : Lithium ion
Dimensi : 96 x 124 x 74.5 mm
Berat : 455 gram

Jumat, 15 Juni 2012

PERKEMBANGAN KAMERA DARI MASA KE MASA

PERKEMBANGAN KAMERA DARI MASA KE MASA

1.Sejarah kamera
Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan gambar/image. Kamera pertama kali disebut sebagai camera obscura, yang berasal dari bahasa latin yang berarti ruang gelap. Camera obscura merupakan sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak, yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas/film, film tersebut diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut. Camera obscura yang pertama kalinya ditemukan oleh seorang ilmuwan Muslim yang bernama Alhazen, hal tersebut terdapat seperti yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul Books of Optics (1015-1021).





Kamera obscura >> 







Sementara di tahun 1660-an ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hookemenemukan portable camera obscura. Namun kamera pertama yang cukup praktis dan cukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn, penemuan tersebut terjadi pada tahun 1685. Kamera fotografi pada awalnya banyak yang menerapkan prinsip model Zahn, dimana selalu menggunakan slide tambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut adalah dengan memberikan tambahan sebuah plat sensitif di depan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan pengambilan gambar.


Kamera portable obscura >>








Kamera terus berlanjut, Jacques Daguerre merupakan salah satu dari orang-orang yang berperan dalam perkembangan teknologi kamera, dan sekaligus memberikan jasa pada perkembangan dunia fotogarfi kita. Daguerre (begitu ia biasa dipanggil) dilahirkan tahun 1787 di kotaCormeilles di Perancis Utara. pada waktu muda, Jacques Daguerre adalah seorang seniman. Pada umur 30-an Daguerre merancang diograma, yang dimaksud dengan diograma adalah barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. SementaraDaguerre mengerjakan pekerjaannya tersebut, Daguerre menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kuas atau cat, yaitu tidak lain adalah KAMERA.
Di tahun 1827 Daguerre bertemu dengan Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba –yang sejauh itu lebih sukses– menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka bekerjasama. Namun di tahun 1833 Niepce meninggal, akan tetapi Daguerre tetap melanjutkan percobaannya. Menjelang tahun 1837 ia berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnyadaguerreotype. Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan penduduk pada saat itu dan ia menjadi seorang pahlawan yang ditaburi berbagai macam penghormatan serta penghargaan, sementara metode daguerreotype dengan cepat berkembang dan banyak digunakan oleh khalayak. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi kamera semakin hari berkembang semakin pesat. Fungsi dan kebutuhan penggunaanya pun semakin luas dirasakan oleh berbagai pihak. Kamera tidak hanya digunakan sekedar untuk menangkap objek yang berfungsi sebagai kenang-kenangan semata, tetapi juga digunakan untuk menangkap objek yang sedang bergerak. Sebut saja perkembangannya kemudian seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Perkembangannya pun telah meliputi berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran, dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan pun tidak terlepas dari penggunaan teknologi kamera ini.


2. Sejarah Film    
       
       Film atau rollfilm adalah media yang menyimpan gambar negatif dari sebuah foto. Gambar negatif ini kemudian diproses dengan cara-cara tertentu agar gambarnya bisa tercetak pada media lain (kertas), dan jadilah sebuah foto.
Perkembangan awal dari film adalah lempengan timah/logam yang dipergunakan oleh Niépce, Daguerre dan Talbot untuk merekam gambar yang dihasilkan dari alat mereka masing-masing. Akan tetapi lempengan yang telah dilapisi oleh berbagai macam zat kimia itu, tidaklah bisa disebut sebagai film karena gambar dibuat, tercetak pada lempengan itu juga. Sedangkan definisi film adalah media yang menyimpan gambar negatif, untuk kemudian diproses agar bisa tercetak pada media lain.
Adapun film seperti yang kita kenal sekarang ini, ditemukan oleh George Eastman, pendiri dari perusahaan Kodak, pada tahun 1884. Film jenis pertama ini berupa kertas yang diolesi dengan jel khusus yang kering. Baru pada tahun 1889, Eastman berinovasi dengan membuat film berbahan plastik transparan. Film ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, yaitu plastik khusus yang dicampur dengan nitrat dan kapur barus.
Pengembangan pun terus dilakukan, film yang lebih modern dan biasa kita gunakan terdiri 3 hingga 20 lapisan, dan merupakan campuran dari berbagai bahan kimia. Adapun unsur-unsur yang terdapat pada film itu akan menentukan sensitifitas, kontras, resolusi dan efek-efek lain pada foto yang dibuat.




Film yang biasa digunakan
Menjelang akhir abad 20, muncul film jenis baru. Film baru itu adalah film elektronik (media penyimpanan data) yang digunakan pada kamera digital. Karena lebih murah dan bisa digunakan berulang-ulang, kini orang lebih memilih untuk memanfaatkan fotografi digital dan film elektronik tadi. Hasilnya pun bisa menyamai bahkan melebihi kualitas dari foto yang dihasilkan film konvensional, karena fotografi digital bisa menggunakan format file gambar tanpa kompresi yang dinamai RAW.

Sebuah SD Card, media penyimpanan file foto digital



3. Sejarah Kertas Foto
       Berbicara tentang kertas foto berarti kita berbicara tentang media di mana sebuah gambar tercetak dan akhirnya disebut sebagai sebuah foto. Definisi yang lebih tepat, kertas foto adalah sebuah kertas yang peka akan cahaya, sehingga bisa dibubuhi gambar hasil fotografi di atasnya. Akan tetapi, pada era fotografi digital ini, pengertian dari kertas foto menjadi bergeser. Kini, kertas foto diartikan sebagai kertas apapun yang bisa dimanfaatkan untuk mencetak foto dengan kualitas baik (tentunya dengan bantuan printer atau alat cetak lain). Jadi, apakah itu kertas glossydoff ataupun jenis kertas lainnya, asalkan kertas itu bisa digunakan untuk mencetak foto dengan baik, maka bisa disebut sebagai kertas foto.
Kertas foto sebenarnya merupakan kertas khusus yang dilapisi beberapa zat kimia agar kertas itu bisa digunakan untuk mencetak foto yang berasal dari film negatif.
Bila kita menelusuri sejarah awal ditemukannya media untuk mencetak foto ini, maka kita akan bertemu kembali dengan Joseph Nicéphore Niépce yang berhasil membuat foto pertama pada tahun 1926. Saat itu ia melapisi sebuah lempengan timah dengan beberapa zat kimia, agar bisa merekam gambar yang terproyeksi dari kamera obscuranya. Penjelasan lengkapnya bisa dibaca kembali pada poin Sejarah Kamera Foto.
Konsep yang dipakai Niépce untuk membuat sebuah lempengan logam menjadi peka cahaya ini, kemudian terus dikembangkan hingga pada tahun 1880an, George Eastman berhasil menggunakan kertas khusus untuk mencetak foto dari film negatif.
4. Fotografi Digital
Fotografi digital merupakan salah satu inovasi terbaik dalam dunia fotografi. Kehadirannya telah mengubah paradigma masyarakat yang menganggap bahwa fotografi adalah suatu bidang yang mahal dan sulit untuk dikuasai. Fotografi digital benar-benar bisa memberikan kepraktisan dan kemudahan bagi setiap orang untuk membuat sebuah foto yang baik. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, dan beragam fitur untuk membuat foto yang bagus, muncul sebuah ungkapan bahwa setiap orang bisa menjadi fotografer profesional.
Bila ditelusuri dari sejarahnya, maka kita akan kembali ke tahun 1960an. Di mana dunia sedang mengalami revolusi besar-besaran di bidang teknologi digital dan elektronik. Eugene F. Lally, seorang teknisi dari Jet Propulsion Laboratory NASA adalah orang pertama yang mencetuskan ide untuk mendigitalisasi sebuah foto. Saat itu tujuannya adalah untuk mempermudah pengiriman foto secara langsung dari misi-misi luar angkasa Amerika Serikat.
Pada tahun 1970an, dunia jurnalistik turut mempengaruhi kemunculan kamera digital. Saat itu, terdapat sebuah tuntutan untuk menghadirkan foto dari suatu peristiwa yang terjadi, secepat mungkin. Maka digunakanlah media pemindai foto (scanner). Sebuah foto dipindai menjadi data elektronik, kemudian dikirimkan melalui jalur telepon. Akan tetapi, cara ini juga masih dianggap merepotkan, karena terjadi penurunan kualitas gambar yang cukup signifikan dan proses pengiriman foto pun masih memerlukan waktu yang relatif lama.
Untuk menjawab persoalan ini, diperlukan suatu kamera yang bisa secara langsung menciptakan foto yang berupa data elektronik. barulah pada bulan Desember tahun 1975, seorang teknisi dari perusahaan Kodak yang bernama Steven Sasson, menjadi orang pertama yang menemukan Kamera Digital.
Kamera yang dibuatnya, menggunakan sensor CCD sebagai media penerimaan gambar dan hanya mampu menghasilkan foto hitam putih dengan resolusi sebesar 0,01 megapixel (320 x 240 pixel). Media penyimpanannya adalah sebuah kaset tape, sedangkan untuk melihat hasil gambar, kamera ini harus disambungkan terlebih dahulu dengan sebuah televisi. Kamera ini mempunyai bobot seberat 3,6 kg dan membutuhkan waktu tak kurang dari 23 detik untuk memproses satu buah foto.


Kamera digital model pertama
Walaupun kamera digital model pertama ini masih belum praktis dan belum sepenuhnya menjawab persoalan-persoalan yang terjadi, tapi alat ini telah menjadi awal mula dari kemudahan dan kepraktisan teknologi fotografi digital yang kita nikmati sekarang ini. Setelah penemuan dari kamera digital model pertama, kamera-kamera digital selanjutnya terus bermunculan dengan perbaikan-perbaikan dari model sebelumnya, dengan berbagai fitur serta kemampuan yang baru.
 
Sumber : http://blogkuesterrorianti.blogspot.com/2010/10/sejarah-kamera-dari-masa-ke-masa.html

Kucing anggora & persia

Anggora
turkishangora
Sejarah
Orang awam sering menggunakan kata ”angora” untuk kucing berbulu panjang. Kesalahan ini mulai terjadi sekitar 250 tahun lalu. Pada saat itu kucing-kucing berbulu panjang banyak terdapat di sekitar kota Angora (sejak tahun 1930 disebut Ankara, Turki) dan Persia (Daerah timur perbatasan turki, sejak 1935 disebut Iran).
Saat itu tidak ada perbedaan besar antara kucing yang hidup di Angora/Ankara dengan Persia/Iran. Sejalan dengan banyaknya pedagang eropa yang berbisnis di timur tengah, semakin banyak kucing asal turki dan persia yang di impor ke benua eropa. Ketika kontes kucing (cat show) mulai diadakan di inggris pada tahun 1870, kategori kucing berbulu panjang sangat populer. Sejak saat itulah sifat-sifat genetik persia dan angora mulai berkembang menjadi lebih murni dan spesifik.
Bentuk tubuh yang besar, tebal, kepala bulat dan badan cobby identik dengan kucing persia. Sementara angora lebih langsing, panjang, lentur & luwes serta kepala berbentuk lancipn (segitiga).
Baru pada tahun 1962 kucing angora masuk secara resmi ke Amerika. Angora pertama kali diakui dan didaftar pada tahun 1973 oleh CFA (Cat Fanciers Association).
angora
Ciri & Bentuk Angora
Kucing ras angora mempunyai ukuran badan sedang, dengan gaya lemah gemulai dan anggun. Badan panjang, langsing, dengan kaki dan ekor panjang. Ekor berbulu tebal dan mengembang seperti ekor musang. Hidung mancung, keseluruhan kepala berbentuk seperti segi tiga, dengan telinga lebar.
turkishangora1
Persia
whitepersian1
Kucing Persia merupakan kucing yang sangat cantik dan indah dengan bentuk tubuh yang besar, padat, kepala besar dan bulat, ditutupi lapisan bulu yang tebal. Orang awam pun pasti langsung bisa mengenali kucing persia.
Di Indonesia, kucing ras persia cukup banyak dikembangbiakkan dibandingkan dengan ras lain. Mungkin disebabkan bulu yang panjang dan tebal serta sifat tenang, anggun dan manja yang merupakan salah satu ciri khas kucing ras persia. Persia lebih mudah dikandangkan, relatif tidak berisik dan lebih cocok hidup di dalam rumah.
Berdasarkan panjang bulunya, persia terdiri daru dua tipe yaitu yang berbulu panjang (long haired persian) dan yang berbulu pendek (exotic short hair). Berdasarkan variasi warna, persia terbagi menjadi tujuh kelompok, yaitu :
Solid color
Silver and Golden Division
Shaded and Smoke Division
Tabby Division
Particolor Division
Bicolor Division
Himalayan Division
Kepala :
Kepala persia besar dan bulat, hidung pesek dan lebar dengan celah pembatas yang jelas dengan mata. Rahang kuat dan lebar, pipi penuh ditopang tulang pipi yang menonjol. Bila dilihat dari samping, bagian dahi hidung dan dagu berbentuk garis tegak lurus.
Telinga : berujung bulat, bagian dasar melebar, tidak terlalu tinggi dan miring ke depan.
Mata : mata yang membuka berbentuk bulat dan lebar, warna mata berhubungan dengan warna bulu.
Badan : dada lebar dan membulat dengan bagian punggung sedikit membulat, ukuran dan posisi perut bagian belakang membulat dan lebih rendah (cobby)
Kaki : pendek, tebal, kuat ditopang tulang yang berukuran besar. Kaki depan lurus dan kaki belakang juga lurus bila dilihat dari belakang.
Cakar : besar, bulat dan kokoh, lima jari di kaki depan dan empat jari di kaki belakang
Bulu : panjang dan tebal mengkilap, menutupi seluruh badan
Ekor : berbulu tebal,lurus, panjang sesuai proporsi badan
Sifat : mudah beradaptasi dengan berbagai macam tempat, suka bermain dan mudah untuk disayangi. Ekspresi wajah yang manis dengan sifat tenang bisa duduk dan tidur disatu tempat selama berjam-jam, tidak berisik serta bersuara lembut.
Kesimpulan
anggora : badan tegap, tinggi dan langsing; bulu hanya panjang disekitar leher, perut dan ekor; muka mancung seperti kucing lokal…
persia : badan pendek dan besar; bulu panjang dseluruh tubuh; muka cenderung pesek
 
Sumber : http://bursa-kucing-murah.blogspot.com/2011/09/sejarah-kucing-anggora.html

Tom delonge | Blink 182

Thomas Matthew "Tom" DeLonge, Jr. (born December 13, 1975) is an American rock musician. He is the guitarist and one of the two lead vocalists for the American pop punk band blink-182 as well as the guitarist and lead vocalist for the alternative band Angels & Airwaves. He was also the guitarist and lead vocalist for the alternative band Box Car Racer.
Raised in Poway, California, DeLonge developed an interest in punk rock during his teens. Tom was voted Homecoming King at the Poway High School dance when he didn't attend the school anymore, after being expelled from Poway High School for drinking at a basketball game. He then attended Rancho Bernardo High School where he met Anne Hoppus. Anne Hoppus introduced him to her brother, Mark Hoppus, who also shared an interest in music. Tom also introduced Mark to Scott Raynor. The three formed blink-182 which became one of the most popular rock groups of the 1990s–2000s. Travis Barker replaced Scott in later years. The group underwent an indefinite hiatus in 2005, with DeLonge focusing more on his Angels & Airwaves project. blink-182 reformed in 2009, and released a new album in September 2011.
DeLonge has also pursued non-musical endeavors; he created a social networking website called Modlife, as well as two clothing companies. In 2001, he started Atticus Clothing and Macbeth Footwear with Mark Hoppus. DeLonge sold his shares in Atticus Clothing, and is currently the sole owner of Macbeth Footwear.

Early life

He was raised by his mother, Connie, and his father, Thomas Sr., in Poway, California. He has an older brother, Shon, and a younger sister, Kari. His first musical instrument was the trumpet, which his parents gave to him for Christmas when he was eleven.[2] DeLonge was an average student in school, saying that "I knew exactly how hard I had to work in school. As long as I got that C, I wouldn't try one minute extra to get a B. I just cared about skateboarding and music."[2] He played the guitar for the first time at his friend's house one afternoon,and he worked hard. He worked in 3 jobs to buy a Fender guitar[3] DeLonge spent much time trying to learn songs by Descendents.[4] One of DeLonge's first musical endeavors was Big Oily Men, a band of which he was the only constant member.[4]
Despite his early interest in music, becoming a musician was not his first calling. DeLonge originally planned to become a firefighter, and participated in the San Diego Cadet Program.[5] His parents divorced when he was eighteen, which would later become the inspiration for the blink-182 song "Stay Together for the Kids".[6] DeLonge was kicked out of Poway High School during his junior year (1991) after being caught drunk at a school basketball game. He then attended Rancho Bernardo High School for the remainder of his high school year. The song "Dick Lips" was based on him getting kicked out of school, and was also referenced in the Angels and Airwaves song Rite of Spring. When he returned to Poway High School during his senior year, the students voted him Homecoming King despite the fact that he was not even on the ballot.[4] DeLonge graduated from high school in 1993

Music career

Blink-182 (1992–2005; 2009–present)

When he began attending Rancho Bernardo High School in early 1992, he became friends with fellow student Anne Hoppus, who was also interested in punk rock. They became friends over the summer of 1992, when DeLonge expressed desire to be in a band with her. So, Anne introduced her brother Mark Hoppus to DeLonge in August 1992. To impress DeLonge, Hoppus climbed to the top of a streetlight outside of DeLonge's home – however, he broke both ankles on the way down, resulting in being in crutches for the next few weeks. DeLonge recruited old friend Scott Raynor from his days at Poway to become the drummer for the new band, initially named Duck Tape until DeLonge renamed the band as blink.[4]
blink released various demos throughout 1993 and caught the attention of local San Diego record label Cargo Music, where they signed and recorded their debut album Cheshire Cat in February 1994. The band quietly gained success in Southern California, touring throughout 1995 and 1996 in their own van.[7] The band was threatened with legal action by an Irish pop band of the same name in 1994, and, to avoid a legal dispute, the band appended "182" to the end of their name.
Blink-182. DeLonge (front) with Mark Hoppus and Travis Barker in 2003
The band moved to Encinitas, California in 1996, where they would record their second album Dude Ranch with producer Mark Trombino. blink-182 recorded the album under Cargo Records, but signed with MCA in 1998 in order to handle increased distribution. The album was released in 1997 and was relatively commercially successful, selling 1.5 million copies worldwide. The single "Dammit" did well on U.S. modern rock charts, and the band received a small degree of mainstream success.[8]
Hoppus and DeLonge fired Raynor midway through a U.S. tour in 1998 after a drinking problem became far too prevalent.[9] Hoppus and DeLonge asked drummer Travis Barker of blink-182's support band The Aquabats to fill in for Raynor for the remainder of the tour, and, after being impressed with Barker, asked him to join the band.[citation needed]
DeLonge (left) with Travis Barker and Mark Hoppus in Blink-182 Summer Tour, 2009.
The band released their breakthrough album Enema of the State in June 1999 to commercial success, fueled by successful singles "What's My Age Again", "All the Small Things", and "Adam's Song".[8] After releasing live album The Mark, Tom, and Travis Show (The Enema Strikes Back!) in November 2000, the band entered the studio and recorded their fourth studio album Take Off Your Pants and Jacket, released in June 2001. The album continued the band's commercial success and popularity.[8]
After performing with Box Car Racer for much of 2002, DeLonge and Barker rejoined the band to record their eponymous fifth studio album, released in November 2003. The album continued the commercial success that previous albums had endured, as well as being critically acclaimed: blink-182 represented a more "mature" band than seen in the past,[10] with the band infusing experimentalist elements into their usual punk rock sound, inspired by lifestyle changes (the band members all became fathers before the album was released) and side-projects (Box Car Racer and Transplants).[11]
"My biggest failure was the breakup of Blink. That was a failure of friendships, businesses and communications. In our hearts, we thought that was forever and gone. What's funny is, at the time, I looked at it as a triumph. The fact that I was able to make a decision so detrimental to myself and identify and start fresh was pretty victorious."
-DeLonge, on the break-up of Blink-182[12]
Tensions arose between the band members as DeLonge expressed his desire to cancel the tour and enter a half-year respite from touring in late 2004, and the band officially announced an "indefinite hiatus" in February 2005. DeLonge formed Angels & Airwaves while Hoppus and Barker continued playing music together in +44. In August 2008, the band's frequent producer Jerry Finn died of a cerebral hemorrhage,[13] and Barker barely survived a plane crash in September, sustaining second and third degree burns on his lower body and torso. Both events would be catalysts for the band reuniting; in 2010, DeLonge reflected, "If that accident hadn't happened, we wouldn't be a band. Plain and simple. That was fate."[14]
The band announced their reunion in February 2009 at the 51st Grammy Awards ceremony.[15] A well-received reunion tour took place in mid-2009, with a European leg performed in summer 2010. The band's sixth studio album Neighborhoods was released on September 27, 2011 and was promoted on the 2011 Honda Civic Tour.[16]
Blink-182 is recognized as a key pioneer of contemporary pop punk music, influencing various acts over their career.[8] They released their sixth album, Neighborhoods, in September 2011.

Box Car Racer (2002–2003)

Box Car Racer was a side-project from two members of the band Blink-182, featuring guitarist Tom DeLonge and drummer Travis Barker. DeLonge formed Box Car Racer to experiment with and record ideas he felt were not "Blink-friendly", along with Travis Barker. David Kennedy from Hazen Street completed the group and a self-titled album was recorded, which debuted at number 12 on the Billboard 200. Although Tom handled bass duties, the band hired Kennedy's friend Anthony Celestino for the corresponding tour. Guests on the album included Mark Hoppus from Blink-182 on the song "Elevator", and Tim Armstrong from Rancid. Tim Armstrong did vocals with Tom in the song "Cat Like Thief". Box Car Racer disbanded in 2003 after DeLonge and Barker went back to the studio with Mark Hoppus to start recording their new album Blink-182.[17]

Angels & Airwaves (2005–present)

Tom DeLonge is the lead vocalist and lead guitarist for Angels & Airwaves, often stylized as AVA (Named after his daughter, Ava). Other members in the band include high school friend, former Hazen Street guitarist, and Box Car Racer guitarist David Kennedy; on drums former Nine Inch Nails drummer and former Lost Prophets drummer Ilan Rubin; and on bass former 30 Seconds to Mars bassist Matt Wachter. AVA is influenced by a number of bands including U2, Pink Floyd, and The Cure. They released their debut album We Don't Need to Whisper on May 20, 2006. On April 23, 2007, it was announced that Ryan Sinn would not be playing at the free Earth Day concert at the M.I.T. campus due to difficulties within the band. He was later replaced with former 30 Seconds to Mars bassist Matt Wachter. The band's second full-length album entitled I-Empire, released November 6, 2007, debuted on the Billboard 200 Chart at No. 9 and sold 66,000 copies in its first week.[citation needed]
Love is the third studio album by Angels & Airwaves, which was officially released for free worldwide on February 14, 2010 after being delayed on Christmas 2009. The album was downloaded over 500,000 times in the first 48 hours of its release.[citation needed]
The band produced a full-length film also entitled Love written and directed by William Eubank. The film premiered on February 2, 2011 at the Santa Barbara International Film Festival, despite previously stating on Modlife that there might be a Fall 2011 release date of the film at The Sundance Film Festival.[citation needed]. DeLonge also revealed that the upcoming fourth studio album and second album in the "Love" Project, titled Love II, would include 48 minutes of extra music.[18]
The first single and music video from the expected album, "Anxiety", was released on August 11, 2011. The second single, "Surrender", was released on October 31, 2011. The fourth studio album, Love: Part Two was officially released (via the band's own label, To the Stars Records) alongside the film Love on November 1, 2011. The album is the last featuring drummer Adam Willard, who left the band shortly before its release in October 2011. Along with its predecessor, Love: Part Two is a concept album that explores themes such as "love, God, and hope."

Musical equipment

DeLonge performing in 2004 with his standard Gibson Tom DeLonge Signature ES-333 guitar.
Fender Guitars worked with DeLonge to create the Tom DeLonge Stratocaster (signature guitar) which consisted of a solid alder body fitted with a single Seymour Duncan Invader Bridge pickup. It was controlled by a lone volume knob adding to its simple design. At first, the Stratocasters were fitted with an American 2-Point tremolo system and was later replaced by a hardtail bridge. Its neck was made of solid maple with a rosewood fretboard, although there have been some custom Stratocasters that were fitted with maple fretboards. The necks included a large 1970s "CBS" headstock.[citation needed]
In 2002, whilst touring with Box Car Racer, Tom began collaborating with Gibson to create a new Signature Model. He started off by using a standard Gibson ES-335, with all but the bridge volume knob removed, and the bridge pick-up replaced with a Seymour Duncan Invader bridge pick-up. This guitar was eventually covered with many different stickers including band stickers and clothing line stickers from Atticus Clothing, Macbeth Footwear and Famous Stars and Straps. This guitar can be seen in Box Car Racer live photos and in the studio videos for the Untitled Album. In one of the videos, a prototype for his signature is seen that included an orange stripe instead of cream with a matching orange headstock, a metal volume knob, and a wrap-around bridge, instead of the Nashville Tune-O-Matic bridge. In 2003, Gibson released his signature model, the Tom DeLonge Signature ES-333, which has only been available since its release in Brown and Cream, with a Natural neck and headstock. Along with his Gibson signature, Tom also used a baritone Fender Jazzmaster with a Seymour Duncan Invader live, as seen in AOL live sessions with the song "Obvious". The Tom DeLonge Signature starts with Gibson's classic semi-hollow body design and then extends it into punk rock with an overwound 'Dirty Fingers' humbucking pickup. Its thick, distorted tone is the Delonge's signature guitar tone and widely recognized as the quintessential Blink sound.[19] On Angels & Airwaves albums, We Don't Need to Whisper and I-Empire Tom has used his signature Gibson ES-333 for all of his live shows. However, he has a number of touring guitars, which he has had made in a few different color combinations, including matte black with a black racing stripe, natural with a black racing stripe and white with a black racing stripe. Since the Blink-182 reunion, he has been seen using his original brown and cream guitar (which now has a Blink-182 'smiley logo' spray-painted onto the body), his natural and black guitar (which has now been abused with burns, scrapes, and stickers), and a new black and white guitar (made by Baratto), which is a custom Baritone version of his standard signature guitar, made for playing the song "Obvious" and other down-stepped songs. Epiphone has since come out with a lower cost version of the Tom DeLonge signature guitar, manufactured in China, but fitted with the same Dirty Fingers humbucker.[citation needed]
From very early on in Blink's career, Tom had used a Mesa Boogie Triple Rectifier amp head and a Marshall JCM 900 amp head along with Mesa Boogie and Marshall cabs for live shows. As his career progressed, Tom began using an intricate rack system along with three matching 4x12 and three 2x12 Mesa Boogie cabs. The rack system still made use of the Mesa Boogie Triple Rectifier amp head, but it also included a Mesa Boogie 2:90 power amp and Triaxis preamp, Marshall EL34 power amp and JMP-1 preamp and a Voodoo Labs GCX Audio Switcher, all controlled via a Custom Audio Electronics midi footswitch (The rack discontinued the use of the Marshall JCM 900 amp head). The rack system also included a Furman power conditioner and Shure wireless unit.[citation needed]
For Angels and Airwaves, Tom made use of the same rack system minus the Mesa Boogie Triple Rectifier but also included a TC Electronic G-Force effects unit as well as two Palmer PGA-04 amp simulators (one for the Triaxis preamp and one for the JMP-1 preamp).[citation needed]
For Blink-182, Tom now uses two Fender '65 Twin Reverb Amps for clean and two VOX AC30H2 Amps for distortion.[citation needed]
Tom has started using a synth and oscillator rig for live shows, during the Angels and Airwaves LOVE Tour. His synth rig, along with his guitar effects rig, is now built into a custom tower rack system, which stands by him on stage. Tom also now uses this same system for Blink-182, and plays/samples most of the synths and effects for their songs live.[citation needed]
His vocal setup consists of blue mics – he used the blue kiwi on every album before 'Take Off Your Pants and Jacket'. Now he uses a blue bottle mic running into a Pro Tools set up, where he uses sound toys plugins. His vocals are heavily compressed with a LA-2A compressor, then run through a TC helicon. He runs his sound through Orange amplifiers and records with a snare drum in the room

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Tom_DeLonge