Rabu, 07 November 2012

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


1. Sebutkan dan jelaskan langkah pendekatan sistem :

Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang
dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan
analisis secara sistem.
Dalam melakukan pendekatan sistem ada langkah-langkah dan tahapan yang bisa dilakukan:
 Tahap I: Usaha persiapan
Langkah-langkahnya adalah memandang perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan (pemegang saham, pelanggan, masyarakat keuangan, masyarakat global, pemerintah, pesaing, pemasok, serikat kerja), mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan.
Tahap II: Usaha definisi
  1. Suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah).
  2.  Mempelajari masalah untuk mencari solusi (pemahaman masalah).
  3. Mencari pemicu masalah (problem trigger) yang dapat berasal dari lingkungan atau dari dalam perusahaan.
  4.  Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem. Caranya adalah menganalisis sisem menurut subsistem-subsistemnya. Kemudian apakah susbsistem itu terintegrasi menjadi satu unit yang berfungsi lancar? Lalu apakah semua subsistem bekerja untuk mencapai tujuan sistem? Setelah itu analisa top-down untuk mengidentifikasi tingkat sistem dimana penyebab persoalan berada.
  5.  Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.Elemen-elemen sistem dapat dianalisis secara berurutan, yaitu:
  • Mengevaluasi standar (standar harus sah/valid, standar harus realistis, standar harus dimengerti oleh mereka yang akan mencapainya, dan standar harus terukur).
  •  Membandingkan sistem output dengan standar.
  •  Mengevaluasi manajemen.
  •  Mengevaluasi pengolah informasi.
  •  Mengevaluasi input dan sumber daya input.
  •  Mengevaluasi proses transformasi.
  •  Mengevaluasi sumber daya output
Tahap III: Usaha solusi
- Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi. Dengan cara mencari jalan yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Seperti Brainstorming (tukar pikiran), dan Joint Application Design (rancangan aplikasi bersama)
- Mengevaluasi berbagai alternatif solusi. Contohnya dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, untuk mengukur seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah.
- Memilih solusi terbaik. Dengan cara menganalisis suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi. Kemudian memberi penilaian atas proses mental manajer. Setelah itu melakukan tawar-menawar atau negosiasi antara beberapa manajer.
- Menerapkan solusi. Masalah tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik tapi perlu diterapkan.
- Menindaklanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif
2.  Beberapa sifat pengolahan data yang membedakan dengan area aplikasi lain :
Ada beberapa sifat pengolahan data yang membedakannya dengan aplikasi lain :
a. menjalankan tugas penting
b. mengikuti prosedur standar secara relative
c. mendapatkan data yang lengkap.
d. Mempunyai focus historisa yang palin utama
e. Memberikan informasi pemecahan masalah minimal.
3. Contoh system pakai (expert system) :
Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik
Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut
Contoh – Contoh Sistem Pakar, antara lain:
  1.  Kontrol. Contoh pengembangan banyak ditemukan dalam kasus pasien di rumah sakit, di mana dengan kemampuan sistem pakar dapat dilakukan kontoro terhadap cara pengobatan dan perawatan melalui sensor data atau kode alarm dan memberikan solusi terapi pengobatan yang tepat bagi si pasien yang sakit.
  2.  Desain. Contoh sistem pakar di bidang ini adalah PEACE yang dibuat oleh
    Dincbas pada tahun 1980 untuk membantu disain pengembangan sirkuit elektronik. Contoh lain adalah sistem pakar untuk membantu desain komputer dengan komponen-komponennya.
  3. Diagnosis. Pengembangan sistem pakar terbesar adalah di bidang diagnosis penyakit, diagnosis kerusakan mesin kendaraan bermotor, diagnosis kerusakan komponen komputer, dan lain-lain.
  4.  Intruksi. Intruksi merupakan pengembangan sistem pakar yang sangat berguna dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan, di mana sistem pakar dapat memberika instruksi dan pengajaran tertentu terhadap suatu topik permasalahan. Contoh pengembangan sistem pakar di bidang ini adalah sistem pakar untuk pengajaran bahasa Inggris, sistem pakar untuk pengajaran astronomi dan lain-lain.
  5.  Interpretasi. Sistem pakar yang dikembangkan dalam bidang interpretasi melakukan proses pemahaman akan suatu situasi dari beberapa informasi yang direkam. Contoh sistem yang dikembangkan dewasa ini adalah sistem untuk melakukan sensor gambar dan suara kemudian menganalisanya dan kemudian membuat suatu rekomendasi berdasarkan rekaman tersebut.
  6.  Monitor. Sistem pakar dibidang ini banyak digunakan militer, yaitu menggunakan sensor radar kemudian menganalisanya dan menentukan posisi obyek berdasarkan posisi radar tersebut.
  7.  Perencanaan. Perencanaan banyak digunakan dalam bidang bisnis dan keuangan suatu proyek, di mana sistem pakar dalam membuat perencanaan suatu pekerjaan berdasarkan jumlah tenaga kerja, biaya dan waktu sehingga pekerjaan lebih efisien dan lebih optimal.
  8. Prediksi. Sistem pakar ini mampu memprediksi kejadian masa mendatang berdasarkan informasi dan model permasalahan yang dihadapi. Biasanya sistem memberikan simulasi kejadian masa mendatang tersebut, misalnya memprediksi tingkat kerusakan tanaman apabila terserang hama dalam jangka waktu tertentu. Program ini dibuat pada tahun 1983 oleh Boulanger dengan nama PLANT.
  9. Seleksi. Sistem pakar dengan seleksi mengidentifikasikan pilihan kemungkinan solusi. Biasanya sistem mengidentifikasikan permasalahan secara spesifik kemudian mencoba untuk menemukan solusi yang paling mendekati kebenaran.
  10. Simulasi. Sistem ini memproses operasi dari beberapa variasi kondisi yang ada dan menampilkan dalam bentuk simulasi. Contoh adalah program PLANT yang sudah menggabungkan antara prediksi dan simulasi, di mana program tersebut mampu menganalisa hama dengan berbagai kondisi suhu dan cuaca
                   http://andryramadhans07.blogspot.com/

Rabu, 17 Oktober 2012

CONTOH PI (penulisan ilmiah)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Permasalahan lalu lintas terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakatnya sebagai akibat:
1. pertambahann penduduk yang terus menerus.
2. kenaikan taraf hidup masysrakat.
3. penambahann kebutuhan angkutan sebagai akibat penambahan mobilitas manusia maupun barang.
4. keterbatasan prasarana serta peralatan lalu lintas yang ada dibandingkan dengan kemajuan dan perkembangan mastyarakat.
Akibat ketidakseimbangan hal-hal di atas, maka timbul masalah-masalah baru dalam bidang lalu lintas. Masalah tersebut akan semakin rumit dengan kurangnya disiplin serta sopan santun lalu lintas pemakai jalan. Jumlah kecelakaan lalu lintas dari tahun ke tahun juga semakin memprihatinkan, hal ini sebagai akibat dari perilaku berkendara yang kurang patuh pada peraturan. Jumlah kendaraan dan pengendara bertambah dengan sangat cepat termasuk pelajar. Oleh karena itu pendidikan berlalu lintas sejak usia dini sangatlah penting, terutama untuk membentuk watak anak-anak agar senantiasa berperilaku tertib lalu lintas.
Anak-anak cenderung memiliki daya rekam yang kuat,sehingga apa yang mereka lihat dan mereka dengar akan tersimpan dipikiran mereka hingga dewasa. Maka tidak heran jika segala hal kebaikan diajarkan sejak usia dini. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pada penulisan ilmiah ini penulis ingin membuat e-learning lalu lintas untuk anak-anak, yang di dalamnya terdapat tata tertib dan pemahaman tentang rambu-rambu lalu lintas yang ada di Indonesia.
1.1 Batasan Masalah
dalam penulisan ilmiah ini penulis membatasi pembahasan masalah hanya pada tata tertib dan rambu-rambu lalu lintas, yang dapat dengan mudah dipahami oleh anak-anak.
untuk pembuatan e-learning ini, penulis menggunakan aplikasi Moodle v2.2 beserta software lain untuk mendukung pembuatan e-learning.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah membantu memberikan pemahaman mengenai tata tertib dan rambu-rambu lalu lintas beserta artinya, dengan cara menarik, mudah dipahami dan interaktif, dengan menerapkan teknologi Multimedia. Selain itu dapat memberikan pengenalan dasar bagi pembaca yang berminat, serta pemahaman tentang cara-cara pembuatan e-learning menggunakan Moodle.
1.3 Metode Penulisan
Metode yang dipakai penulis dalam mengerjakan penulisan ini adalah menggunakan metode Studi Pustaka yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku dan media lainnya yang dapat membantu pengerjaan e-learning.
1.4 Sistematika Penulisan
Penulisan ilmiah ini dibagi dalam 4 BAB dengan masing - masing BAB terdiri atas beberapa SUB BAB dengan menggunakan sistematika sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULAN
Bab ini menguraikan segala sesuatu yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini, atau meupakan gambaran umum tentang permasalahan yang akan dibahas, seperti : latar belakan masalah , dan pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan teori – teori yang mendukung atau berhubungan dengan penulisan ilmiah ini. Seperti pengenalan tentang internet, e-learning, dan aplikasi Moodle
BAB III : PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan pembuatan e-learning lalu lintas menggunakan aplikasi Moodle.
BAB IV : PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil pembuatan e-learning lalu lintas disertai saran – saran dari penulis.

[DOWNLOAD]

CONTOH PI.zip



Sumber : greyjacket.blogspot.com/2011/05/contoh-pi.html

Kamis, 11 Oktober 2012

DEFINISI INFORMASI


1. Uraikan secara singkat mengenai definisi informasi yang kamu ketahui. Kebutuhan informasi apa saja yang sangat mendasar bagi suatu perusahaan dalam mengembangkan manajemennya.
  •  Informasi adalah suatu data yang di dapat dari beberapa sumber yang di kembangkan dan di kelola dengan baik oleh seseorang sehingga menjadi sesuatu yang memiliki arti bagi orang tersebut atau orang lain.
  •  Kebutuhan informasi yang sangat mendasar bagi suatu perusahaan untuk mengembangkan manajemennya adalah sebagai berikut :

       - Pengaruh ekonomi Internasional
       - Persaingan dunia
       - Kompleksitas Teknologi
       - Batas waktu yang singkat
       - Kendala-kendala sosial
sebagai contoh PT LG Electronics, Inc (LG) adalah pemimpin global dan inovator dalam teknologi elektronik konsumen, komunikasi mobile dan home appliances, mempekerjakan lebih dari 84.000 orang yang bekerja di 112 operasi termasuk 81 anak perusahaan di seluruh dunia. Pada tahun 2008, penjualan secara global mencapai $ 44.7 milyar, LG terdiri dari lima unit bisnis – Home Entertainment, Mobile Communications, Home Appliance, penyejuk udara dan Business Solutions. LG adalah salah satu terkemuka di dunia produsen panel datar TV, produk audio dan video, mobile handset, AC dan mesin cuci.

LG Electronics didirikan pada tahun 1958 dan sejak itu memimpin jalan ke era digital yang maju berkat keahlian teknologi manufaktur yang diperoleh oleh banyak home appliances seperti radio dan TV. LG Electronics telah meluncurkan banyak produk baru, diterapkan teknologi baru dalam bentuk perangkat mobile dan TV digital di abad 21 dan terus memperkuat statusnya sebagai perusahaan global.

PT LG Electronics menggunakan sistem informasi manajemen untuk mengendalikan inventori perusahaan.


2.  Sebut dan jabarkan 5 bentuk sumber yang dikelola oleh seorang manajemen ?
  • Manusia : Manajer memberi pengarahan kepada karyawan untuk pekerjaan karyawan
  • Material : Manajer mengelola material yang di butuhkan oleh perusahaan
  • Mesin termasuk fasilitas dan energi : Manajer memberikan mesin fasilitas untuk pekerja agar memperlancar kinerja perusahaan dan memberikan hasil yang maksimal.
  • Keuangan : Manajer mengatur jalannya keuangan pada perusahaan seperti pemasukan dan pengeluaran
  • Informasi : Manajer mencari informasi yang di butuhkan untuk sebuah perusahaan.

3.  Elemen Lingkungan adalah organisasi/individu yang berada di luar perusahaan dan mempunyai pengaruh langsung/tak langsung pada perusahaan. Sebut dan jelaskan elemen-elemen lingkungan manakah yang dapat secara mudah dihubungkan pada perusahaan dengan menggunakan transmisi elektronik.

1 Variabel Sosial
- Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area.
- Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
- Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.

2. Variabel Ekonomi
Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.

3. Variabel Politik
Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

4. Variabel Teknologi
Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien. 


Sumber :
1) http://wisnudewobroto.com/sistem-informasi-manajemen-pt-lg-electronic-indonesia-dalam-mengendalikan-inventori/
2) http://msherawati.staff.gunadarma.ac.id/
3) http://aiieblablabla.blogspot.com/2010_10_01_archive.html

Rabu, 10 Oktober 2012

Nikon D3100, Kamera Pemula Kualitas Profesional


Nikon D3100, Kamera Pemula Kualitas Profesional


foto

TEMPO.CO Jakarta- Nikon, salah satu produsen kamera dari Jepang, mempersembahkan kamera film Nikon D3100, yang mengalami peningkatan cukup signifikan dari pendahulunya, Nikon D3000.

Inilah kamera yang memberi pengalaman berbeda kepada penggunannya di bidang fotografi. Kualitas gambar yang dihasilkan mendekati kamera khusus bagi para fotografer profesional.

Yang menarik dari kamera ini adalah kemampuannya merekam gambar video dalam full HD atau high definition. D3100 merupakan kamera pertama DSLR Nikon dengan kemampuan ini.

Salah satu perbaikan yang dilakukan Nikon teradahap D3100 dibandingkan pendahulunya D3000 adalah resolusi image sensor yang lebih tinggi.

Sementara pada D3000 resolusinya hanya 10 megapiksel DX-format, maka pada Nikon D3100 resolusi image sensor bertambah menjadi 14,2 megapiksel CMOS.

Teknologi CMOS membuat image sensor D3100 hampir setara dengan 18 megapiksel jika dibandingkan dengan jajaran kamera DSLR dari keluarga Canon Rebel.

Fitur tambahan baru yang dibenamkan pada D3100 adalah kemampuan untuk mengedit foto dengan mudah dan efisien. Fitur tersebut mudah digunakan bagi fotografer pemula sekali pun.

Dalam rubrik uji coba kali ini Tempo berkesempatan untuk mencicipi kebolehan kamera film Nikon D3100. Berikut ini beberapa fitur yang menyertai kamera ini.

Desain dan Fitur

Nikon D3100 cukup ringan dan mudah di bawa ke mana pun. Beratnya hanya sekitar 455 gram tanpa lensa. Ditambah lensa pun, semisal 35mm f/1.8 DX, bobotnya masih cukup ringan.

Resolusi image sensor D3100 mencapai 14,2 megapiksel CMOS. Ini adalah keunggulan utama dibandingkan dengan pendahulunya D3000, yang hanya diperkuat 10 megapiksel.

Nikon memperkaya pengalaman fotografi di D3100 dengan menghadirkan image processing system yang dinamakan Expeed2. Ini mesin pengolahan gambar inovasi terbaru dari Nikon.

Berkat Expeed2, gambar yang dihasilkan sangat kaya warna dan pengaturan warna yang lebih dinamis. Pengaturan kontras, kecepatan, dan ketajaman pencahayaan menjadi lebih mudah.

Fitur lain yang telah dibenamkan adalah Active-D Lighting. Fitur ini memudahkan pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya atau dalam area terdapat banyak bayangan.

Active-D Lighting mampu menghilangkan efek bayangan tersebut. Hasilnya, gambar yang didapat tetap jernih, tajam, dan natural.

Nikon D3100 masih menggunakan sasis dan desain D3000, dengan beberapa tambahan fungsi tombol. Salah satu yang menonjol adalah pengatur shooting mode, yakni mengubah dari single, continuous, timer, dan quiet mode shooting dalam sekali putar.

Lantaran ditujukan bagi fotografer pemula, D3100 dilengkapi dengan Guide mode atau petunjuk cara pemakaian. Fitur ini ada di Nikon D3000. Bedanya, di D3100 lebih mudah dimengerti.

Berkat Guide mode ini pengguna pemula dapat dengan mudah mengerti cara mengubah aperture atau shutter speeds, tentu dengan bahasa yang jauh dari terminologi fotografi.

Pada bagian belakang kamera terdapat layar LCD seluas 3 inci dengan resolusi 230 ribu dots. Selain itu ada control pad, control wheel, dan tombol Live View serta tombol review.

Tombol Live View tidak terdapat pada D3000. Nikon dengan cerdik menambahkan tombol ini agar para pemula yang masih terbiasa dengan melihat layar saat membidik bisa dengan mudah menggantinya.

Merekam video, dengan resolusi 1920x1080 pixels pada 24fps, dapat dilakukan dengan menekan tombol rekam instant-on pada tombol pengatur Live View.

Pada sisi kiri D3100 terdapat beberapa opsi untuk konektivitas, termasuk mini-HDMI dan USB out, AV out, serta port untuk terhubung dengan GPS. Tak ada port eksternal mikrofon tambahan, yang tentu sedikit mengecewakan.

Nikon D3100 jelas lebih baik ketimbang kakanya Nikon D3000. Kamera ini lebih cepat, banyak fitur baru yang dibenamkan, lebih ringan dan mudah di bawa ke mana pun, serta harganya cukup sebanding dengan fitur yang ditawarkan.

Kualitas gambar yang dihasilkan mendekati karya para fotografer profesional. Sedangkan proses editing pada kamera sangat mudah bak mainan anak-anak.

FIRMAN



PLUS
Terdapat 11 titik autofocus yang membuat gambar lebih tajam
Resolusi yang dihasilkan mencapai 1080 piksel
Mudah dioperasikan dan nyaman dipegang
Kaya fitur dengan harga relatif terjangkau

MINUS
Tak ada DOF preview
Tidak kompatibel dengan lensa lama yang belum AFS
Saat merekam video terdengar suara lensa berputar mencari fokus yang cukup mengganggu

SPESIFIKASI
Tipe Kamera : DSLR
Sensor Optikal : CMOS
Resolusi : 14,2 megapiksel
Layar LCD : 3 inci
ISO : 100, 200, 400, 800, 1600, 3200
Format Gambar : NEF, RAW, RAW + JPEG
Resolusi Gambar : 4608 x 3072 pixels
Penyimpanan : Secure Digital Card, Secure Digital High Capacity
Format Video : MPEG-4, QuickTime (MOV)
Resolusi Video : 1920 x 1080 pixels
Kecepatan Video : 24 fps
Baterai : Lithium ion
Dimensi : 96 x 124 x 74.5 mm
Berat : 455 gram

Jumat, 15 Juni 2012

PERKEMBANGAN KAMERA DARI MASA KE MASA

PERKEMBANGAN KAMERA DARI MASA KE MASA

1.Sejarah kamera
Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan gambar/image. Kamera pertama kali disebut sebagai camera obscura, yang berasal dari bahasa latin yang berarti ruang gelap. Camera obscura merupakan sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak, yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas/film, film tersebut diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut. Camera obscura yang pertama kalinya ditemukan oleh seorang ilmuwan Muslim yang bernama Alhazen, hal tersebut terdapat seperti yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul Books of Optics (1015-1021).





Kamera obscura >> 







Sementara di tahun 1660-an ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hookemenemukan portable camera obscura. Namun kamera pertama yang cukup praktis dan cukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn, penemuan tersebut terjadi pada tahun 1685. Kamera fotografi pada awalnya banyak yang menerapkan prinsip model Zahn, dimana selalu menggunakan slide tambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut adalah dengan memberikan tambahan sebuah plat sensitif di depan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan pengambilan gambar.


Kamera portable obscura >>








Kamera terus berlanjut, Jacques Daguerre merupakan salah satu dari orang-orang yang berperan dalam perkembangan teknologi kamera, dan sekaligus memberikan jasa pada perkembangan dunia fotogarfi kita. Daguerre (begitu ia biasa dipanggil) dilahirkan tahun 1787 di kotaCormeilles di Perancis Utara. pada waktu muda, Jacques Daguerre adalah seorang seniman. Pada umur 30-an Daguerre merancang diograma, yang dimaksud dengan diograma adalah barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. SementaraDaguerre mengerjakan pekerjaannya tersebut, Daguerre menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kuas atau cat, yaitu tidak lain adalah KAMERA.
Di tahun 1827 Daguerre bertemu dengan Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba –yang sejauh itu lebih sukses– menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka bekerjasama. Namun di tahun 1833 Niepce meninggal, akan tetapi Daguerre tetap melanjutkan percobaannya. Menjelang tahun 1837 ia berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnyadaguerreotype. Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan penduduk pada saat itu dan ia menjadi seorang pahlawan yang ditaburi berbagai macam penghormatan serta penghargaan, sementara metode daguerreotype dengan cepat berkembang dan banyak digunakan oleh khalayak. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi kamera semakin hari berkembang semakin pesat. Fungsi dan kebutuhan penggunaanya pun semakin luas dirasakan oleh berbagai pihak. Kamera tidak hanya digunakan sekedar untuk menangkap objek yang berfungsi sebagai kenang-kenangan semata, tetapi juga digunakan untuk menangkap objek yang sedang bergerak. Sebut saja perkembangannya kemudian seperti kamera video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Perkembangannya pun telah meliputi berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran, dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan pun tidak terlepas dari penggunaan teknologi kamera ini.


2. Sejarah Film    
       
       Film atau rollfilm adalah media yang menyimpan gambar negatif dari sebuah foto. Gambar negatif ini kemudian diproses dengan cara-cara tertentu agar gambarnya bisa tercetak pada media lain (kertas), dan jadilah sebuah foto.
Perkembangan awal dari film adalah lempengan timah/logam yang dipergunakan oleh Niépce, Daguerre dan Talbot untuk merekam gambar yang dihasilkan dari alat mereka masing-masing. Akan tetapi lempengan yang telah dilapisi oleh berbagai macam zat kimia itu, tidaklah bisa disebut sebagai film karena gambar dibuat, tercetak pada lempengan itu juga. Sedangkan definisi film adalah media yang menyimpan gambar negatif, untuk kemudian diproses agar bisa tercetak pada media lain.
Adapun film seperti yang kita kenal sekarang ini, ditemukan oleh George Eastman, pendiri dari perusahaan Kodak, pada tahun 1884. Film jenis pertama ini berupa kertas yang diolesi dengan jel khusus yang kering. Baru pada tahun 1889, Eastman berinovasi dengan membuat film berbahan plastik transparan. Film ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, yaitu plastik khusus yang dicampur dengan nitrat dan kapur barus.
Pengembangan pun terus dilakukan, film yang lebih modern dan biasa kita gunakan terdiri 3 hingga 20 lapisan, dan merupakan campuran dari berbagai bahan kimia. Adapun unsur-unsur yang terdapat pada film itu akan menentukan sensitifitas, kontras, resolusi dan efek-efek lain pada foto yang dibuat.




Film yang biasa digunakan
Menjelang akhir abad 20, muncul film jenis baru. Film baru itu adalah film elektronik (media penyimpanan data) yang digunakan pada kamera digital. Karena lebih murah dan bisa digunakan berulang-ulang, kini orang lebih memilih untuk memanfaatkan fotografi digital dan film elektronik tadi. Hasilnya pun bisa menyamai bahkan melebihi kualitas dari foto yang dihasilkan film konvensional, karena fotografi digital bisa menggunakan format file gambar tanpa kompresi yang dinamai RAW.

Sebuah SD Card, media penyimpanan file foto digital



3. Sejarah Kertas Foto
       Berbicara tentang kertas foto berarti kita berbicara tentang media di mana sebuah gambar tercetak dan akhirnya disebut sebagai sebuah foto. Definisi yang lebih tepat, kertas foto adalah sebuah kertas yang peka akan cahaya, sehingga bisa dibubuhi gambar hasil fotografi di atasnya. Akan tetapi, pada era fotografi digital ini, pengertian dari kertas foto menjadi bergeser. Kini, kertas foto diartikan sebagai kertas apapun yang bisa dimanfaatkan untuk mencetak foto dengan kualitas baik (tentunya dengan bantuan printer atau alat cetak lain). Jadi, apakah itu kertas glossydoff ataupun jenis kertas lainnya, asalkan kertas itu bisa digunakan untuk mencetak foto dengan baik, maka bisa disebut sebagai kertas foto.
Kertas foto sebenarnya merupakan kertas khusus yang dilapisi beberapa zat kimia agar kertas itu bisa digunakan untuk mencetak foto yang berasal dari film negatif.
Bila kita menelusuri sejarah awal ditemukannya media untuk mencetak foto ini, maka kita akan bertemu kembali dengan Joseph Nicéphore Niépce yang berhasil membuat foto pertama pada tahun 1926. Saat itu ia melapisi sebuah lempengan timah dengan beberapa zat kimia, agar bisa merekam gambar yang terproyeksi dari kamera obscuranya. Penjelasan lengkapnya bisa dibaca kembali pada poin Sejarah Kamera Foto.
Konsep yang dipakai Niépce untuk membuat sebuah lempengan logam menjadi peka cahaya ini, kemudian terus dikembangkan hingga pada tahun 1880an, George Eastman berhasil menggunakan kertas khusus untuk mencetak foto dari film negatif.
4. Fotografi Digital
Fotografi digital merupakan salah satu inovasi terbaik dalam dunia fotografi. Kehadirannya telah mengubah paradigma masyarakat yang menganggap bahwa fotografi adalah suatu bidang yang mahal dan sulit untuk dikuasai. Fotografi digital benar-benar bisa memberikan kepraktisan dan kemudahan bagi setiap orang untuk membuat sebuah foto yang baik. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, dan beragam fitur untuk membuat foto yang bagus, muncul sebuah ungkapan bahwa setiap orang bisa menjadi fotografer profesional.
Bila ditelusuri dari sejarahnya, maka kita akan kembali ke tahun 1960an. Di mana dunia sedang mengalami revolusi besar-besaran di bidang teknologi digital dan elektronik. Eugene F. Lally, seorang teknisi dari Jet Propulsion Laboratory NASA adalah orang pertama yang mencetuskan ide untuk mendigitalisasi sebuah foto. Saat itu tujuannya adalah untuk mempermudah pengiriman foto secara langsung dari misi-misi luar angkasa Amerika Serikat.
Pada tahun 1970an, dunia jurnalistik turut mempengaruhi kemunculan kamera digital. Saat itu, terdapat sebuah tuntutan untuk menghadirkan foto dari suatu peristiwa yang terjadi, secepat mungkin. Maka digunakanlah media pemindai foto (scanner). Sebuah foto dipindai menjadi data elektronik, kemudian dikirimkan melalui jalur telepon. Akan tetapi, cara ini juga masih dianggap merepotkan, karena terjadi penurunan kualitas gambar yang cukup signifikan dan proses pengiriman foto pun masih memerlukan waktu yang relatif lama.
Untuk menjawab persoalan ini, diperlukan suatu kamera yang bisa secara langsung menciptakan foto yang berupa data elektronik. barulah pada bulan Desember tahun 1975, seorang teknisi dari perusahaan Kodak yang bernama Steven Sasson, menjadi orang pertama yang menemukan Kamera Digital.
Kamera yang dibuatnya, menggunakan sensor CCD sebagai media penerimaan gambar dan hanya mampu menghasilkan foto hitam putih dengan resolusi sebesar 0,01 megapixel (320 x 240 pixel). Media penyimpanannya adalah sebuah kaset tape, sedangkan untuk melihat hasil gambar, kamera ini harus disambungkan terlebih dahulu dengan sebuah televisi. Kamera ini mempunyai bobot seberat 3,6 kg dan membutuhkan waktu tak kurang dari 23 detik untuk memproses satu buah foto.


Kamera digital model pertama
Walaupun kamera digital model pertama ini masih belum praktis dan belum sepenuhnya menjawab persoalan-persoalan yang terjadi, tapi alat ini telah menjadi awal mula dari kemudahan dan kepraktisan teknologi fotografi digital yang kita nikmati sekarang ini. Setelah penemuan dari kamera digital model pertama, kamera-kamera digital selanjutnya terus bermunculan dengan perbaikan-perbaikan dari model sebelumnya, dengan berbagai fitur serta kemampuan yang baru.
 
Sumber : http://blogkuesterrorianti.blogspot.com/2010/10/sejarah-kamera-dari-masa-ke-masa.html